Senin, Januari 10, 2011

Semangat untuk Menjadi Pemimpin Agar Bisa Membubarkan Polri

Muthofar
| 09 January 2011 | 17:47

Dodi: semangat untuk menjadi pemimpin agar bisa membubarkan POLRI
Mahendra: kok dibubarke mas…marai bangkrut negoro yo..
Dodi : iyo mas,

DeAn : iso dciduk ngko Far…….dituduh makar……
Dodi : makaryo (Ho) atau makaryo (No) atau makaryo (Co)
Nyiduk aku berarti ngajak gelot…Tau apa Polisi tentang Politik, Nol besar

Oong : ati2 toh mas kl bsuara. . Ntar q tangkap loh !
DeAn: Sma kehidupan it ad tatananny Far,ad yg namanya sistem…..perubahan sistem berarti revolusi……revolusi it membuant sglnya berubah…dan belum tentu perubahan it membuat khalayak senang n nyaman….parameternya macam2 Far…..jd menurutku biarkan sma ad dalam takaranny masing2…..berubahan perlu..tapi tdk dgn jalan revolusi!!!! Wassalam…..
Dodi : memang seperti itu kalau ada Polisi pintar politik itu namanya bukan Polisi tapi Politikus, paling tidak duduk di DPRD, jadi Polisi kerjakan tugasnya sebagai Polisi jangan mengurusi Politik. Apa mau menangkap saya, tangkap kalau memang itu benar!!! gua akan melawan!!! jangan diekspos entar jadi berita.. Politik itu wadah untuk membuat dan memperbaiki sistem pemerintahan dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat kalau tidak bisa dilaksanakan dengan voting (referendum)

DeAn : Hahahahaha makane kui Far…biarkan mereka duduk dlm porsinya masing2……..n kita dlm posisi masing2….ingat org pintar tdk harus jd politikus…..buat perubahan dr dr sendiri…..wokeyhh???
Dodi : salah besar, kita tidak bisa memulai memperbaiki pemerintahan ini hanya dengan memperbaiki diri sendiri saja, Nonsen. Polisi mendapat wacana akan dibubarkan sudah memberikan respon ini namanya Polisi memasuki dunia Politik, maka sudah jelas Polisi tidak menjalankan tugasnya

DeAn : Menurutku….rakyat lebih bijaksana….mereka punya kebebasan untuk memilih…kebebasan untuk berekspresi….dgn batasan tertentu…(Batasannya telah disepakati bersama lho)…ketika tdk puas pun ad jalan hierarkie yg bs ditempuh…jalan yg lebih terhormat n bijaksana tanpa harus turun ke Jalan Far…..peace,love,unity n respec……
Dodi :i Saya bukan mengail agar Polisi memakan umpan keranah Politik, namun wacana ini janganlah dilihat dari sisi Negatifnya saja, karena terbukti bahwa RI bukan butuh Polisi

DeAn :Buat ap qt lantang bersuara klu qt tdk melihat dr kita sendiri Far??? Perubahan besar….bisa terjadi dari perubahan kecil…….yg dilakukan bersama2….ak bkn politikus Far….ak hanya pekerja medis…..ak punya keinginan untuk merubah dunia,bukan hanya indonesia menjadi lbh baik….lewat drku sendiri far,ak berjanji memberikan pelayanan sebaik mungkin tanpa bedakan ras,kasta kaya atau miskin….bs bayangkan klu sma orang berbuat hal yg sama????? Ga ad yg namanya complain Far….maaf it yg ak maksud….salam
DeAn : Diskusi yang menarik……….!!!!!!!

Dodi : tidak bisa seperti itu, semua orang punya tugas dan tanggungjawab sendiri jangan jadikan punya keinginan sama dengan kamu meskipun itu baik, dan dukungan saja itu sudah cukup. Perubahan itu dilakukan bukan untuk menjadikan kita sebagai akto…r tapi agar mendapatkan hasil.
Saya prihatin dengan POLRI, dan citra POLRI tidak menjadi baik kecuali dibubarkan, karena Peradilan bisa berjalan tanpa adanya Polisi.
Keadilan akan terwujud jika hukum itu mudah ditegakkan, memang diskusi ini menarik untuk tidak hanya disiskusikan tapi direalisasikan, saya penasaran dengan apa yang dikawatirkan bahwa tanpa Polisi Indonesia akan bubar, saya sangat tidak yakin hal itu terjadi
DeAn : •Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴̴̴̴̴͡• ĥṁ̭̥̈̅̄ṁ̭̥̈̅̄ ap yg ak lakukan cm sample….sdkt contoh….bahwa sma pny porsi n posisi masing2….dr situlah qt bs melakukan perubahan….sdkt2 tp signifikan…..tdk harus dgn revolusi..PLUR….

Dodi : saya juga menganggap ini ide kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan, karena dari diri saya saja yang mungkin setuju, dan perubahan itu memang telah saya awali dari diri sendiri…saya tidak pernah mengajak membubarkan Polisi dengan kekerasan..

Senin, November 22, 2010

Pengakuan Bersalah Galileo Galilei


"Saya Galileo, putra Almarhum Vincenzio Galilei, orang Fiorentina berusia 70 th, menghadap langsung ke muka pengadilan ini dan bersujud di hadapan-mu, Yang Mulia Paduka Tuan Kardinal, Jenderal Inkuisitor melawan keburukan bid'ah di seluruh persemakmuran orang-orang Kristiani. 

Di hadapan mata saya dan dengan tangan saya menyentuh ajaran suci, bersumpah bahwa saya selalau percaya, saat ini saya yakin, dan dengan pertolongan Tuhan saya akan memercayai pada masa datang semua yang dipegang, disebarkan, dan diajarkan oleh gereja Apostolik dan Katolik Suci. 

Akan tetapi, setelah diperingatkan oleh Dinas Suci ini supaya melepaskan pemikiran yang salah yang menyatakan bahwa matahari merupakan pusat dunia dan tidak bergerak serta diperingatkan agar agar saya tidak memegang, mempertahankan atau mengajarkan dengan cara apapun, baik secara lisan maupun tertulis, doktrin yang salah tersebut. 

Setelah diberitahukan kepada saya bahwa doktrin tersebut bertentangan dengan Kitab Suci-saya telah menulis dan menyebabkan sebuah buku dicetak yang di dalamnya saya membicarakan doktrin terlarang itu. Dan mengemukakan argumen-argumen kuat, tetapi tanpa pernah sampai pada solusinya. Saya diadili dengan sungguh-sungguh dianggap bid'ah yaitu telah telah memegang dan meyakini bahwa matahari adalah pusat dunia dan tidak bergerak, serta bumi bukanlah pusat dunia dan bergerak.

Dengan harapan untuk menghilangkan kecurigaan dari pikiran Yang Mulia serta seluruh umat Kristen yang beriman, dengan ketulusan hati dan kesungguhan iman, saya tunduk, mengutuk, dan membenci kesalahan-kesalahan serta bid’ah-bid’ah tersebut serta semua dan tiap kesalahan, juga sekte yang bertentangan dengan Gereja Katolik Suci. Saya bersumpah demi masa mendatang, saya tidak akan pernah lagi menyatakan dalam pembicaraan atau tulisan-tulisan hal-hal semacam itu yang dapat membawa saya pada kecurigaan yang sama. Apabila saya tahu bid’ah, saya akan melaporkannya kepada Dinas Suci ini atau pada inkuisitor atau gereja tempat saya berada. Saya juga bersumpah dan berjanji untuk menyetujui dan menjalankan seluruh penebusan dosa yang telah atau dibebankan oleh aturan Gereja dan dekrit-dekrit lainnya, yang umum maupun khusus, terhadap para pelanggar. Tuhan tolonglah saya dan ajaran-ajaran suci-Mu ini, yang kusentuh dengan tanganku sendiri.
Saya tersebut Galileo Galilei bersungguh-sungguh bersumpah, berjanji, dan membatasi diri sebagaimana hal di atas dan dalam kesaksian kebenaran, dengan tanganku sendiri menaati dikumen kesungguhan saya saat ini, dan telah membacakan kata demi kata di Roma, di biara Minerva, pada 22 Juni 1633 M.”
(Galileo, 2005. 145 – 146)

Kamis, November 04, 2010

Masjid Terbesar Di Asia, akan D Injak Dajjal/Obama

Obama mungkin pidato di Istiqlal

Senin, 01/11/2010 19:16:54 WIB
Oleh: Linda T.C. Silitonga & Irsad Sati JAKARTA: Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan agenda aktivitas Presiden Barack Obama saat berkunjung di Indonesai pada 9 November 2010 masih terus disusun, termasuk rencana Obama berbicara dengan khalayak umum.

Ketika ditanyakan apakah Obama akan berbicara di Masjid Istiqlal atau di tempat lainnya yang sudah ditentukan,  Marty mengatakan semua itu masih terus dibahas.

“Insya Allah [akan ada agenda Obama berbicara dengan khalayak umum saat berkunjung ke Indonesia],” kata Marty menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini.

Dalam kesempatan yang sama Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan pihaknya siap untuk melakukan pengamanan selama Obama berkunjung ke Indonesia.

“Saya kira dua hari sebelumnya [sebelum kedatangan Obama ke Indonesia dilakukan security clearance],” katanya. (ln)

Obama Ditolak Datang Ke RI

Mahasiswa Menolak Obama Lantaran Bermasalah
Kamis, 4 November 2010 | 13:52 WIB
A A A Dibaca 73 kali
TOLAK OBAMA
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
TOLAK OBAMA – Demonstran dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKDLK) Jawa Barat meneriakan yel-yel tolak kadatangan Presiden Amerika Barack Obama ke Indonesia di depan Gedung Sate, Bandung, Kamis (4/11). Rencananya Obama akan mengunjungi Indonesia pada 9-10 November 2010 mendatang untuk melakukan pembicaraan resmi dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyangkut peningkatan hubungan AS dan Indonesia terkait kesepakatan perjanjian hubungan kemitraan komprehensif.
BANDUNG, TRIBUN -  Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kamis (4/11). Pengunjuk rasa berjumlah sekitar seratus orang ini menentang kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama ke Indonesia pekan depan. Mereka meminta agar pemerintah membatalkan rencana pertemuan dengan Obama.

Koordinator Wilayah BKLDK Jawa Barat, Rizki Awal mengatakan, kunjungan Obama ke Indonesia tidak lain hanya untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS. Pasalnya, Indonesia dianggapa negara yang sangat penting buat AS. Apalagi kedatangan orang nomor satu di AS ini hanya untuk menyetujui perjanjian kemitraan konfrehensif Indonesia-AS.

"Sebenarnya bentuk ril kerja samanya adalah penjajahan terhadap Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah wajib menolak perjanjian itu karena sangat merugikan," katanya.   

Rizki mengatakan, Obama dinilai sebagai presiden dari sebuah negara yang secara jelas tengah menjajah negeri muslim, seperti Irak dan Afghanistan. Bukti terakhir yang mencuat, yakni keluarnya dokumen Wikileaks yang mengungkapkan fakta 400 ribu data terkait perang Irak oleh AS.

"Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga sosial, politik, ekonomi dan budaya. Tidak terhitung besarnya kerugian yang ditimbulkan termasuk jutaan nyawa melayang," ujarnya.

Sosok Obama, tambah Rizki, tidak jauh berbeda dengan Presiden Bush yang kejam dan tangannya berlumuran darah. "Obama memang tamu, tapi tamu itu ada dua macam, tamu yang baik dan tamu yang bermasalah. Obama termasuk tamu yang kedua, karena hingga saat ini dia terus menghancurkan negara-negara muslim dan membunuh rakyat disana," katanya. (fam)

Hari Pembakaran Al Quran International Batal Terlaksana

Terry Jones Batalkan Rencananya Membakar Al Quran
Jumat, 10 September 2010 | 05:26 WIB
 
nydailynews.com
Pastor Terry Jones
TERKAIT:
KOMPAS.com — Akhirnya Terry Jones membatalkan rencananya membakar Al Quran pada peringatan ulang tahun kesembilan tragedi 11 September pada Sabtu (11/9/2010).

Jones yang dianggap pastor oleh 50 orang pengikutnya di Dove World Outreach Center (DWOC), Gainesville, Florida, itu mengaku sudah membuat perjanjian dengan pemimpin Muslim yang memiliki rencana membangun pusat Islam di dekat Ground Zero. "Pemimpin Muslim itu setuju untuk memindahkan lokasi pembangunan menjauh dari Ground Zero," kata Jones sebagaimana warta CNN dan Reuters, Jumat (10/9/2010).

Jones sendiri juga mengatakan kalau dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan pemimpin Muslim di Florida, Muhammad Musri. "Saya akan melakukan perjalanan ke New York untuk berbicara dengan pemimpin Muslim di New York, Feisal Abdul Rauf," demikian Terry Jones.

Gereja Amerika Batal Bakar Al Quran
  2010-09-10 13:38:50  CRI
Pendeta Terry Jones dari Gereja Dove World Outreach Center, Florida, AS kemarin (9/9) mengumukan pembatalan rencana pembakaran kitab suci Al Quran yang semula dijadwal pada 11 September mendatang. Sebelumnya Terry Jones berencana menetapkan 11 September sebagai "hari pembakaran Al Quran internasional" untuk memperingati sembilan tahun peristiwa serangan WTC 11 September 2001. Jones menjelaskan, rencana pembakaran Al Quran dibatalkan setelah tercapai kesepakatan dengan golongan Muslim yang mengurungkan pembangunan masjid di lokasi Ground Zero, New York.
Keputusan Terry Jones itu sangat melegakan bagi Presiden Barack Obama dan berbagai kalangan masyarakat. Namun perdebatan seputar pembangunan masjid di Ground Zero dan rencana bakar Al Quran sudah memberikan nuansa luar biasa pada peringatan peristiwa 11 September tahun ini. Politisasi peringatan ini mengundang perhatian masyarakat luas.
Seruan yang menentang aksi bakar Al Quran mencapai klimaks kemarin (9/9). Pemerintah dan kalangan militer AS sama-sama melontarkan kecaman keras terhadap rencana Terry Jones. Presiden AS Barack Obama dalam suatu acara televisi kemarin mengecam keras rencana itu, dan memperingatkan Terry Jones untuk tidak berbuat nekad. Obama menyebut rencana itu bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut bangsa Amerika. Hal yang lebih serius adalah, tindakan itu pasti akan memicu kekerasan yang lebih parah di medan perang Pakistan dan Afghanistan, bahkan sangat membahayakan keselamatan tentara AS dan menyebabkan lebih banyak serangan bom bunuh diri.
Menurut laporan media AS, Menteri Pertahanan AS, Robert Gates kemarin mengimbau Terry Jones untuk membatalkan rencana pembakaran Al Quran melalui kontak telepon. Sebelumnya panglima tentara AS dan NATO di Afghanistan, David Petraeus memperingatkan, pembakaran Al Quran hanya akan menyia-nyiakan upaya damai di Afghanistan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Tindakan itu tidak ada bedanya dengan kelakuan Taliban, apalagi pasti akan menimbulkan masalah serius di seluruh dunia. Menteri Kehakiman Eric Holder menyebut Terry Jones sebagai "idiot". Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menyebut tindakan Jones itu sebagai perbuatan yang sangat memalukan. Penasehat senior Obama, David Axelrod menyatakan rencana pembakaran Al Quran sebagai tindakan yang melawan negara. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, P. J. Crowley menyatakan, rencana itu adalah tindakan provokatif, melanggar nilai dan norma rakyat AS. Ia menghimbau semua warga AS mengutuk rencana itu.
Jaringan pers televisi kabel AS menunjukkan, masyarakat AS perlu segera membiarkan peristiwa yang "bodoh dan absurd" itu lewat, memulihkan kehidmatan peringatan sembilan tahun peristiwa 11 September. Harian Washington Post menunjukkan, peristiwa 11 September semakin memudar dari ingatan rakyat AS. Perdebatan sekitar peristiwa itu juga berubah dari perang anti-terorisme menjadi kebebasan beragama dan Islam. Perdebatan selama berbulan-bulan mengenai pembangunan masjid di Ground Zero dan aksi kontra terhadap rencana pembangunan itu di sebagian wilayah AS mencerminkan ketidakpuasan bahkan sentimen dendam masyarakat AS terhadap umat Muslim.
Walaupun masyarakat AS berpandangan lebih rumit dan negatif terhadap umat Muslim dibanding delapan tahun lalu, namun belum ada gejala yang mengindikasikan meningkatnya arus menentang Muslim. Direktur Pew Research Center, Andy Kohut menunjukkan, tidak sedikit warga AS menganggap Muslim diperlakukan secara tidak adil di AS, dan Terry Jones hanya mewakili segelintir orang di negara itu.

Minggu, Oktober 31, 2010

Serial Sejarah (3)

                                                                ANDI ABDOEL AZIZ
Andi Abdoel Aziz, ia terlahir dari pasangan Andi Djuanna Daeng Maliungan dan Becce Pesse. Anak tertua dari 11 bersaudara. Ia menyandang gelar pemberontak akibat perjuangannya untuk mempertahankan existensi Negara Indonesia Timur. Ia mengambil alih kekuasaan militer di Makassar pada 5 April 1950 ketika umurnya baru 24 tahun. Ia adalah korban politik Belanda divide et impera, di pengadilan militer ia mengakui menyesal bahwa ia buta politik. Sejak umur 10 tahun, Andi Aziz sudah dikirim oleh orang tuanya ke negeri Belanda untuk sekolah dan menyelesaikan sekolah lanjutannya disana.
Tahun 1939-1940 pecah Perang Dunia ke 2. Belanda kena getahnya akibat serangan oleh Jerman. Andi Aziz bersama dengan rekan rekan sekolahnya turut ikut berjuang bergerak di bawah tanah melawan Jerman. Pada saat itu kedudukan Andi Aiziz cukup terdesak sehingga ia memutuskan untuk hijrah ke Inggris. Karena Inggris adalah sekutu Belanda maka hal ini sangat mempermudah ruang geraknya. Disana ia di didik oleh Inggris di akademi militer. Ia adalah kawan sebangku Jendral Moshe Dayan mantan Menteri Pertahanan Israel dan juga Raja Hussein dari Yordania. Ia tamat pendidikan para-militer payung pada tahun 1943 dengan pangkat Letnan muda dan bertugas di Inggris.
 
Pada akhir tahun 1943 ia meminta kepada Inggris untuk diterjunkan di Belanda dan membantu melawan Jerman. Niat sebetulnya adalah untuk mengunjungi Ayah angkatnya yang berada Belanda waktu itu, yang mana adalah juga seorang pejabat tinggi Belanda di Pare Pare, Sulawesi Selatan. Pada tahun 1944 ia kembali ke Inggris setelah sempat membantu Belanda melawan Jerman. Sebagai tentara Inggris ia di kirim ke Calcutta, India yang mana adalah salah satu Negara jajahan Inggris. Disana ia mengikuti latihan perang di dalam hutan, setelah 3 bulan mengikuti latihan perang gerilya ia kemudian dikirim oleh Inggris ke Singapura pada tahun 1945 untuk melawan Jepang.. Belum sempat melawan Jepang ternyata Negara matahari terbit itu sudah bertekuk lutut pada 15 Agustus 1945. Selama di Singapura itulah ia mendengar nama Soekarno dan Hatta yang mana keduanya memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Nama Indonesia belum pernah di dengar oleh Andi Aziz sebelumnya. Sejak saat itulah timbul rasa kerinduannya untuk kembali ke tanah air Sulawesi Selatan.
Kepada komandannya di Singapura ia mengajukan permohonan pengunduran dirinya dari dinas militer Inggris. Tetapi keinginannya tersebut ditolak oleh komandannya dan ia diharuskan untuk menghadap langsung kepada petinggi petinggi angkatan perang Inggris di London mengenai pengunduran dirinya. Di Singapura ia sempat dipertemukan dengan Panglima Belanda oleh sahabat sahabatnya tentara Belanda. Kerinduan akan kampong halamannya membuat ia berdusta dan mengaku kepada Panglima Belanda di Singapura bahwa ia telah keluar dari angkatan perang Inggris. Ia mengajukan keinginannya untuk bergabung di militer Belanda, maklumlah karena sistem kemiliteran pada waktu itu masih kurang ketat terlebih karena keadaan perang maka Belanda tidak mengecek ke absahan pengakuannya dan ia diterima kembali aktif di angkatan perang Belanda atau KNIL. Tetapi setelah ia di terjunkan di Plaju, Sumatera Selatan ia melarikan diri dan masuk kembali ke Singapura secara diam diam untuk menumpang kapal laut menuju ke Makassar. Pada tahun 1946 ia tiba di Makassar dan menyamar sebagai terntara Inggris. Sebetulnya NICA sedang mencari cari keberadaan Andi Aziz yang desersi tersebut untuk di adilkan di pengadilan militer. Tetapi kembali mengingat keadaan yang simpang siur dan kacau maka NICA tidak berhasil membawa Andi Aziz untuk di adili. Pada tahun yang sama ia diterima bekerja di kepolisian atas dasar pendidikan militer dan pengalaman perang gerilyanya yang bagus.

Ketika Negara Indonesia Timur di bentuk ia di angkat sebagai adjudan Presiden Sukawati dan pangkatnya di kembalikan menjadi Letnan Dua KNIL. Pada tahun 1947 ia dikirim ke Bandung untuk menjadi instruktur pendidikan militer disana dan kembali ke Makassar pada tahun 1948. Sekembalinya di Makassar ia di angkat menjadi Komandan Divisi 7 Desember, anak buahnya adalah asli orang Belanda. Menjelang penyerahan kedaulatan pada tahun 1949 ia dipercayai untuk membentuk satu kompi pasukan KNIL dan memilih langsung anak buahnya yang mana berasal dari Toraja, Sunda dan Ambon. Kompi inilah yang kemudian di resmikan oleh Panglima Teritorial Indonesia Timur, Letnan Kolonel Akhmad Junus Mokoginta dan dilebur menjadi bagian dari APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat). Pada tanggal 5 April 1950 kompi ini jugalah yang diandalkan Andi Aziz untuk melakukan pemberontakan.

Sebetulnya pemberontakan Kapten Andi Aziz adalah dikarenakan hasutan Dr. Soumokil Menteri Kehakiman Indonesia Timur. Tokoh ini jugalah yang memprakarsai adanya pemberontakan Republik Maluku Selatan. Kapten Andi Aziz mempunyai pertimbangan lain. Ia khawatir akan tindakan membabi buta dari Dr. Soumokil yang dapat mengakibatkan pertumpahan darah diantara saudara sebangsa. Atas dasar pertimbangan untuk menghindari pertumpahan darah tersebutlah ia bersedia memimpin pemberontakan. Ia merasa sanggup memimpin anak buahnya tanpa harus merenggut korban jiwa. Ternyata memang pemberontakan yang di pimpin olehnya berjalan sesuai dengan lancar dan tanpa merenggut korban jiwa. Hanya dalam waktu kurang lebih 30 menit semua perwira Tentara Nasional Indonesia dapat ia tahan dan Makassar dikuasainya.

Atas tindakannya tersebut Presiden Soekarno memberikan ultimatum kepada Andi Aziz untuk menyerahkan diri dalam tempo 24 jam, kemudian diperpanjang lagi menjadi 3 x 24 jam. Panggilan tersebut tidak dipenuhinya karena waktu itu Andi Aziz menganggap keadaan atau situasi di kota Makassar masih belum stabil karena masih ada pergerakan disana sini di dalam kota Makassar. Setelah ia merasa Makassar telah aman maka semua tawanannya termasuk Letnan Kolonel Akhmad Junus Mokoginta dilepaskannya.

Pada akhir tahun 1950 ia di undang kembali oleh Presiden Soekarno untuk datang menghadap di Jakarta. Ia ditemani oleh seorang pamannya yaitu Almarhum Andi Patoppoi, lalu seorang Menteri Dalam Negeri Negara Indonesia Timur yaitu Anak Agung Gde Agung serta seorang wakil dari Komisi Tiga Negara. Ternyata undangan tersebut hanyalah jebakan Presiden Soekarno, sesampainya ia di pelabuhan udara kemayoran ia langsung ditangkap oleh Polisi Militer untuk di bawa ke pengadilan. Ia kemudian di tahan dan di adili di pengadilan Wirogunan Yogyakarta. Oleh pengadilan ia di jatuhi hukuman penjara 14 tahun, tetapi hanya delapan tahun saja yang ia jalani. Tahun 1958 ia di bebaskan tetapi tidak pernah kembali ke Sulawesi Selatan sampai masa orde baru. Sekitar tahun 1970-an ia kembali ke Sulawesi Selatan sebanyak 4 kali dan terakhir pada tahun 1983. Setelah keluar dari tahanan ia terjun ke dunia bisnis dan bergabung bersama Soedarpo Sastrosatomo di perusahaan pelayaran Samudra Indonesia hingga akhir khayatnya. Andi Abdoel Aziz meninggal pada 30 Januari 1984 di Rumah Sakit Husada Jakarta akibat serangan jantung dengan umur 61 tahun. Ia meninggalkan seorang Istri dan tidak ada anak kandung. Jenasahnya diterbangkan dan dimakamkan di pemakaman keluarga Andi Djuanna Daeng Maliungan di desa Tuwung kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Turut hadir sewaktu melayat di rumah duka yaitu mantan Presiden RI, BJ. Habibie beserta Istri, Mantan Wakil Presiden RI, Try Sutrisno dan perwira perwira TNI lainnya.
Sebelum meninggalnya, ia pernah beberapa kali ia diminta aktif kembali ke dinas militer TNI oleh Presiden Soekarno dan diminta untuk membentuk pasukan pengaman Presiden yaitu Cakrabirawa. Tetapi atas nasehat orang tua dan juga saudara saudaranya maka ia menolak ajakan Presiden Soekarno tersebut. Pihak keluarga merasa bahwa Andi Aziz adalah seoarang buta politik yang sudah cukup merasakan akibatnya. Pihak keluarga tidak menginginkan hal tersebut terjadi untuk kedua kalinya. Beryuskur karena Andi Aziz menolak ajakan tersebut, ternyata pasukan Cakrabirawa ini jugalah yang di kemudian harinya terlibat membantu pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.

Kapten Andi Aziz adalah seorang pemberontak yang tidak pernah membunuh dan menyakiti orang. Ia adalah korban kambing hitamnya Belanda karena kebutaannya mengenai dunia politik. Ia adalah seorang militer sejati yang mencoba untuk mempertahankan Negara Indonesia Timur yang menurutnya adalah telah melalui kesepakatan dengan Republik Indonesia Serikat. Dalam kesehariannya Andi Aziz cukup dipandang oleh masyarakat suku Bugis Makassar yang bermukim di Tanjung Priok, Jakarta dimana ia dulu menetap. Disana ia diakui sebagai salah satu sesepuh suku Bugis Makassar yang mana selalui dimintai nasehat nasehat, dan pikiran pikirannya untuk kelangsungan kerukunan suku Bugis Makassar. Ia juga seorang yang murah hati dan suka meonolong, pernah suatu waktu pada tahun 1983, ia menampung 71 warga Palang Merah Indonesia yang kesasar ke Jakarta dari Cibubur. Ia selalu berpesan kepada anak anak angkatnya bahwa siapapun boleh dibawa masuk ke rumahnya terkecuali 3 jenis manusia yaitu pemabuk, penjudi dan pemain perempuan.

Profil Andi Aziz dapat kita jadikan bahan pembelajaran bahwa kita hidup di dunia ini jangan terlalu percaya kepada banyak orang. Untuk itu kita agar senantiasa selalu waspada dan bisa membaca kecendrungan. Selamat jalan Pamanku…, semoga Allah SWT menempatkan arwahmu di langit tertinggi Amin Yaa Rabbal Al-amin.

MLS

MLS
multi level sedekah

Mengenal Tambang Lebih Dekat

SATU JARINGAN,MULTI BISNIS!

Entri Populer