Kecilku
Aku dibesarkan dengan didikan dalam masyarakat yang majemuk. Petani, pedagang, guru, polisi, tentara, semua sudah aku kenal sejak kecil. Aku suka polisi sewaktu kecil, bahkan suka ingin jadi the CHIPs.
Sekarang
Boleh orang bilang suka atau tidak dengan saya, tapi beberapa bulan lalu dalam T&J di Answer.Yahoo.com saya sempat bertanya "Bubarkan Saja Polisi".
Melihat rekaman marahnya SBY di Istana saya kemudian melihat kepemimpinan ini sedang goyah. Dan dalam rekaman tersebut tidak diperlihatkan yang menjawab pertanyaan Presiden.
Hari Ini
Polisi menurut saya tidak perlu karena alasan mereka sendiri yang tidak mau kerja, mereka bekerja karena ada laporan (lihat di TV, sumbernya) dan mereka mempunyai slogan "Pengayom Masyarakat" yang sebenarnya adalah slogan pemimpin.
Mereka adalah aparat bukan pemimpin.
Akibat yang saya lihat polisi banyak berperan dalam penarikan pajak kepada rakyat yang semestinya PAJAK HARUS DIHAPUSKAN.
Polisi juga menjadikan pemimpin di tingkat rendah sampai tinggi tidak berkutik karena setiap ada perkara kembali dulu ke polisi.
Agar trias politica berjalan bubarkan polisi dan bebaskan pajak.
Berdayakan pemimpin di tingkat rendah sampai tinggi tanpa polisi. Dan dampingi setiap pemimpin ditingkat rendah sampai tinggi dengan hakim sehingga hukum ditegakkan dimana ada pelanggaran. Tidak mesti kepolisi dulu.
Lihat presiden tidak bisa menangani demonstrasi karena mengharapkan peran polisi.
Dan hukum sedang dan sedang berjalan tanpa henti karena mengharapkan proses di polisi.
Cukup bagi polisi, kembalikan hukum kepada hakim dan pengadilan. Keputusan hakim adalah mutlak.
Habiskan peran polisi dari hukum dan tindak kejahatan. Jadikan sumber hukum kepada kitab hukum bukan polisi.
Sekalipun mereka dibubarkan mereka menganggur mereka adalah pengangguran yang tahu hukum jadi tidak usah kawatir.
Setiap kejahatan oleh siapapun kembalikan ke pengadilan dan keputusan hakim.
Merdeka untuk Indonesia
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya Syetan itu dia dan kaumnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya syaitan-syaitan itu telah Kami jadikan pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. 7:27)
Senin, Desember 15, 2008
Mengenal Tambang Lebih Dekat
Rakyat Kecil Memandang Pertambangan http://t.co/ST95o76aUE lewat @kompasiana @NewmontID #SMBootcamp
— MUTHOFAR_HADI_NEGARA (@MUTHOFARHADI) 8 Desember 2013
SATU JARINGAN,MULTI BISNIS!
bangsamusnah
Entri Populer
-
Hanura Targetkan Masuk Tiga Besar dalam Pemilu 2014 Sabtu, 27 Juli 2013 17:30 wib Hari Istiawan - Okezone Ketua Umum Partai Hanur...
-
15 Juni 2013 pukul 14:06 Muthofar Hadi sudah membuat 3 (tiga) catatan sebelumnya yang berisikan seuntai cerita masa kuliah di UNS Su...
-
Sebagai seorang sarjana saya berpikir bahwa akan mudah mendapatkan pekerjaan yang halal dan tidak meragukan. Setelah beberapa saat mendaftar...
-
Apabila Indonesia ingin Revolusi Tahun Ini maka Agendanya adalah menuntut kesejahteraan diberikan kepada semua rakyat Indonesia, tidak den...
-
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pertanyaan yang belum lama menjadi sebuah perdebatan dalam pemikiran saya. Muhammadiyah adalah ormas di RI/Hi...
-
Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Sikap tak terpuji kembali ditunjukkan petugas Diraja Malaysia. Seorang tenaga ...
-
Kunjungan Obama Barak Husein Obama yang kontroversial secara aqidah maupun aviliasi politik, seperti sikapnya terhadap Israel dan Muslim, ...
-
Mereka mengatakan bahwa aku tidak bekerja apa-apa untuk NKRI, atau bahkan mereka mengatakan aku hanyalah seorang "munafik" yang ha...
-
In Name A President (Yogyakarta, Juli 2009/M.Hadi, S.Si.) Kepala Negara, kepala negara dan kepala pemerintahan, ketua BEM, ketu...